VIDEO TRAGEDI PEMBANTAIAN MESUJI LAMPUNG






Kisah konflik lahan antar warga dengan perusahaan perkebunan di wilayah Mesuji Lampung benar-benar mengoyak rasa kemanusiaan, nyawa manusia seakan sudah tidak ada harganya lagi.

Peristiwa ini terjadi pada November 2010 lalu di Mesuji Lampung. Bentrok warga dilatarbelakangi masalah konflik lahan antara warga dengan perusahaan pengelolah perkebunan yang bernama PT. SI milik warga negara malaysia. PT. SI bermaksud melakukan perluasan lahan upaya tersebut dilakukan sejak tahun 2003 namun upaya melakukan perluasan lahan untuk menanam kelapa sawit dan karet selalu ditentang penduduk setempat karena penduduk sebelumnya telah menanam tanaman sengon, albasiyah dan tanaman industri lainnya


akhirnya PT. SI membentuk Pamswakarsa yang juga dibeking aparat keamanan untuk mengusir penduduk, pasca adanya Pamswakarsa terjadilah sejumlah pembataian sadis mulai kurun waktu 2009 hingga 2011.


Fakta terbaru mulai terungkap, bahwa rekaman sadis tragedi pembantaian, pembunuhan petani di Mesuji Lampung ternyata diduga di rekayasa atau palsu, sengketa tanah antara Petani kelapa sawit dengan perusahaan pengelola kelapa sawit memang sering terjadi di daerah Lampung dan Mesuji, tapi fakta terbaru kantor berita CBSNews membuka fakta video bahwa adegan video dari video pembantaian mesuji diambil dari konflik Thailand Selatan. Selain itu Masyarakat Mesuji juga meragukan isi kebenaran video pembantaian mesuji tersebut. Video tragedi pembantaian Mesuji Lampung di duga palsu diambil dari konflik Thailand Selatan. 


Kasus dugaan pembantaian warga di Sodong, Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, mendapat perhatian sejumlah media internasional. 



Dalam artikel yang diunggah 16 Desember 2011, CBS News, menyebut bahwa salah satu adegan dalam video pemenggalan kepala yang dikaitkan dengan pembantaian Mesuji diambil dari konflik di Thailand Selatan. 

Dalam video yang beredar luas di dunia maya itu, terlihat sejumlah pelaku pembantaian bercelana loreng, bersenapan, dan mengenakan topeng, menenteng kepala yang terpenggal. Muncul dugaan bahwa mereka adalah anggota separatis Pattani yang terlibat konflik SARA di Thailand.

Dugaan itu menguat ketika memperhatikan bahasa dan dialek yang mereka gunakan, mirip dengan bahasa dan dialek Melayu Pattani. Dalam video itu, mereka sengaja menampilkan aksi sadis sambil meneriakkan "Islamiyah Fathoni Darussalam", lalu muncul kata-kata, "Merdeka, Merdeka".

Berdasarkan analisis sementara yang dilakukan media tersebut, pengunggah video tersebut sengaja menggabungkan aksi pembantaian di Thailand dengan peristiwa sadis di Mesuji. 

Video pembantaian itu telah diputar di depan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Kamis lalu. Kepada anggota dewan, Polri mengatakan perlu mencermati video itu karena menangkap fakta bahwa ada penggabungan gambar-gambar dari berbagai peristiwa. Dugaan sementara, dari kasus Mesuji, Sumatera Selatan pada 21 April 2011, dan peristiwa di Kabupaten Mesuji Lampung pada 11 November 2011.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto, juga akan melibatkan sejumlah pakar untuk meneliti video kekerasan tersebut. Menurut dia, gambar dalam video itu tidak berasal dari satu peristiwa.

Menurut dia, gambar yang ditampilkan itu merupakan gabungan peristiwa di Kecamatan Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan dan kejadian di Kabupaten Mesuji, Lampung. "Ada kejadian pada 2010, ada yang awal 2011 dan ada yang di akhir 2011, akhir November lalu," ujar Djoko.

Djoko menjelaskan, kasus di Mesuji, Sumsel melibatkan karyawan perkebunan dan masyarakat. Sementara itu, kasus di Mesuji, Lampung melibatkan pengelolaan hutan dan perkebunan kelapa sawit yang juga melibatkan masyarakat setempat. 

Mengenai dugaan adanya penggabungan adegan dari kasus kekerasan di Thailand, pemerintah Indonesia belum memberikan tanggapan.
(sumber: nasional.vivanews.com)

Fakta baru terungkap, salah satu adegan sadis pemenggalan kepala warga yang ditampilkan dalam video "Pembantaian Mesuji" ternyata juga diambil dari konflik di Thailand selatan. Hal itu dilansir kantor berita CBSNews yang ditulis 16 Desember 2011.

Di dalam berita yang menganalisis isi video pembantaian Mesuji yang tersebar luas di dunia maya ini terungkap bahwa salah satu adegan video ini diambil di Thailand selatan. Para pelaku pembantaian yang terlihat memakai celana loreng, bersenjata laras api, dan mengenakan penutup muka ini ternyata adalah para anggota separatis Pattani yang terkenal terlibat konflik SARA di negeri itu.

Dalam adegan video yang digabungkan pula dengan pembunuhan sadis di Sodong, Ogan Komering Ilir, ini, CBS meyakini bahwa itu terjadi di Thailand berdasarkan bahasa dan dialek yang digunakan, yaitu Melayu Pattani.

Dalam video itu, para pelaku sengaja menunjukkan aksi membunuh sambil meneriakkan "Islamiyah Fathoni Darussalam", lalu muncul kata-kata "Merdeka".

Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak terkait di Indonesia mengenai hal ini.
(sumber: regional.kompas.com)










Ditulis Oleh : DHEKKAZONE ~ Kumpulan Informasi dan Ilmu Pengetahuan Umum

DHEKKAZONE Sobat sedang membaca artikel tentang VIDEO TRAGEDI PEMBANTAIAN MESUJI LAMPUNG. Oleh Admin, Sobat diperbolehkan mengcopy paste artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya :

Zona Islam

Zona Islam Lainnya »

Zona Kuliner

Zona Kuliner Lainnya »

Zona Sejarah

Zona Sejarah Lainnya »

Zona Wisata Menarik

Zona Wisata Lainnya »

Zona Aneh, Fenomenal dan Unik

Zona Aneh, Fenomenal dan Unik Lainnya »

Zona Komputer & Mobile

Zona Komputer, Gadget, Mobile Lainnya »
 
DHEKKAZONE - Kumpulan Informasi dan Ilmu Pengetahuan Umum
Template Design By DHEKKAZONE | Powered By Blogger